Skip to main content

Posts

Foto Keluarga

Foto keluarga. Sounds unimportant, eh? Apanya yang harus banget diobrolin coba dari foto keluarga? Kan cuma foto sekeluarga sih. Iya. Cuma foto lengkap bapak, ibu, dan anak-anaknya. Biasanya dipajang di tempat-tempat istimewa atau ruangan yang banyak dilihat orang, semacam ruang tamu. Biasanya menampilkan wajah-wajah beraura riang. Tidak ada lagi bapak yang galak atau ibu yang cerewet atau sulung yang pemalas atau bungsu yang manja atau yang lainnya. Dalam foto itu, semua personil hanya tampak seperti sebuah keluarga. Hanya sebuah keluarga. Pernah kepikiran nggak sih kalau ternyata banyak lho orang yang tidak punya foto keluarga. Iya. Bahkan masih banyak lho orang yang baru sadar kalau ternyata belum pernah foto lengkap sekeluarga. Padahal zaman ini, ketika Narcissus mungkin sedang bahagia di kuburnya, foto selalu menjadi sesi yang nyaris mustahil terlupakan. Tapi foto lengkap orang serumah? I don't think so. Mungkin karena saking terbiasanya bersama kali ya. Biasanya orang ...

Aku dan Kalian

Aku membencinya. Kau, meski selama ini diam saja, pasti tahu itu. Malam ini aku hampir meledak dibuatnya. Meski tetap saja kebencian yang sekian lama kupendam tak bisa begitu saja kuluapkan. Tidak tanpa menyakitimu, dan aku tidak mau itu. Kalian di mataku seperti sebuah pembelajaran dan kamus pantangan. Seperti kebanyakan pembelajaran, rasanya tidak menyenangkan. Iya, melihat kalian sama sekali tidak menyenangkan. Tapi, bagaima pun, sepertinya aku harus berterima kasih padamu untuk menghadirkannya dalam hidupku. Dari kalian aku belajar banyak, salah satunya tentang menilai seorang pria. Meski melihatmu aku jadi berpikir bahwa cinta mungkin memang bisa hadir seiring waktu, aku sama sekali tidak mau terjebak hubungan semu dengan pria kekanak-kanakan seperti yang harus kau habiskan di sisa hidupmu. Wanita, sekuat apa pun dia, perlu dibimbing dan bukan sebaliknya. Wanita, seberapa keras pun kepalanya, perlu dominasi pria dan bukan sebaliknya. Sementara di mataku dia terlihat seper...

Pria Balik Layar

Selalu menyenangkan melihat bagaimana seorang pria berkorban diam-diam untuk wanitanya. Apalagi kalau pengorbanan itu akhirnya malah membuatnya terjebak dalam suatu situasi rumit yang menyulitkan dirinya sendiri. Melihat bagaimana dia bertahan agar segalanya terlihat baik-baik saja itu antara tersentuh dan ingin tertawa. Apalagi kalau dia lalu mati-matian meyakinkan kalau dia tidak melakukan semua itu demi si wanita demi mencegah wanitanya menyalahkan diri sendiri atas situasi yang terjadi. Apalagi kalau dia lalu sengaja menjadi mengesalkan agar si wanita berpikir kalau dia tidak peduli. Apalagi kalau dia menjadi begitu frustasi tapi mati-matian mencoba menyelesaikan segalanya sendiri Sepertinya sebagian besar pria sejati selalu menemukan harga dirinya dari pura-pura tak peduli tapi diam-diam melindungi. Sepertinya sebagian besar pria sejati selalu menemukan harga dirinya dari mengorbankan diri sendiri. Entah bawaan kromosom-Y atau apa, kaum adam seperti punya kecenderungan untuk ...

Muka Jelek's on Vacation #2: Lagi-Lagi, Puncak di Perbatasan Provinsi (3 end)

Resmi berpisah arah. Personil yang tadinya ada enam menjadi tinggal empat. Berempat kami turun gunung dulu, untuk naik lagi. Kali ini kami akan menempuh "jalan normal", menembus kemacetan jalur Borobudur-Jogja khas lebaran. Entah mana yang lebih parah: jalan gunung yang kecil berkelok-kelok atau jalanan kota di tengah kemacetan. Keduanya sama-sama aksesnya susah. Di bawah sini lebih bising dan lebih sumuk tapi. Next mission: Puncak Suroloyo. Suroloyo berada di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Yogyakarta. Tempat ini merupakan puncak tertinggi dari rangkaian pegunungan menoreh. Kata Wikipedia , ketinggian Puncak Suroloyo sekitar 2000 meter di atas permukaan air laut. Ada tiga pendopo di sini, yaitu: Pendopo Suroloyo, Pendopo Sariloyo, dan Pendopo Kaendran. Suroloyo biasanya ramai banget kalau bertepatan dengan malam satu suro. Ada semacam ritual di sini yang aku sendiri belum pernah melihat secara langsung. Setahuku dari cerita-cerita yang beredar, malam satu suro me...

Muka Jelek's on Vacation #2: Curug-Entah-Apa-Namanya (2)

Setelah prosesi istirahat, mandi, dan makan katam, kami melanjutkan perjalanan berikutnya. Masih sebelas-duabelas dengan perjalanan sebelumnya, destinasi kami kali ini juga area abu-abu. Kami sebenarnya tidak benar-benar tahu wujud dan letak tempat yang akan kami tuju. Baik itu wujudnya, namanya, maupun akses menuju ke sana. Haha Kami hanya tahu ada sebuah air terjun yang masih virgin di Desa Miriombo. Kali ini lebih absurd sih lantaran itu desa letaknya ada di mana saja sebenarnya kami juga tidak tahu. Tidak ada yang tahu. Bahkan Mbah Gugel hanya memberikan informasi bahwa Miriombo itu ada di Jawa Tengah. Udah gitu aja. Namun dari letaknya sih sepertinya masih masuk Kecamatan Borobudur, sekitar sepuluhan menit dari Balai Desa Giripurno. Boleh dikoreksi kok kalau salah. Hahaha :p Kami harus salah jalan sekitar empat kali lah sebelum menemukan sebuah rumah yang penghuninya seolah langsung tahu apa yang sedang kami cari. Seorang mas-mas yang kami tidak sempat tanyakan namanya tiba-t...

Muka Jelek's on Vacation #2 : Pagi di Sebuah Batu di Atas Awan (1)

Selasa, 29 Juli 2014, bertepatan dengan hari kedua bulan syawal 1435 H. Langit cerah meski dari depan rumahku hampir tidak ada bintang terlihat di langit lantaran bumi kadung telalu gemerlap. Borobudur sedang sibuk malam itu. Seliweran orang-orang dengan semangat lebaran maupun kendaraan wisatawan yang penasaran pada teratai batu terbalik peninggalan Syailendra membuat depan rumahku hampir seperti ibu kota dalam berita. Ramai. Macet. Seperti di luar sana, di dalam rumahku juga tak kalah ramai setelah disatroni empat orang: Udin, Ayu, Neni, dan Dana. Keempat makhluk ini rencananya akan melaksanakan perjalanan suci bersamaku dan satu orang lagi sebut saja Puput, yang bahkan setelah waktu janjian lewat satu jam pun belum juga ada kabar. Meski dimulai di malam hari, tentu saja ini bukan perjalanan mistis macam mencari setan atau sebagainya. Kami hanya sekumpulan makhluk suwung yang lebaran-lebaran malah dolan. Jam menunjukkan pukul 8 malam ketika akhirnya seluruh personil lengkap. Den...

Amerika Kece Badai Sekali

Amerika. Siapa coba yang tidak mengenal negara adi daya satu itu? Entah bagaimana sejarahnya dia bisa menjadi sebesar sekarang. FBI, Pentagon, CIA, 911, US Army, hampir semua kelompok elit Amerika menjadi artis yang tenar dan terdengar keren di telinga siapa pun. Ini mungkin memang tentang kualitas, mungkin juga hanya efek Hollywood. Who knows. Ah, Hollywood. Siapa pula yang tidak tahu industri perfilman terdahsyat seantero jagad itu? Rasanya semua artis pasti punya mimpi bisa menginjakkan kaki di sana. Bukan hanya itu saja. Di dunia pendidikan. Siapa sih yang tidak tahu Columbia University tempat Cinta Laura kuliah? Atau Universitas Harvard yang katanya perpustakaan akademisnya salah satu terbesar di dunia? Di dunia pendidikan pun Amerika lagi Amerika lagi. Bahkan Tahu Pedia dalam salah satu tulisannya melansir sepuluh universitas terbaik di dunia yang semuanya punya Amerika -_- Salah satu dari lima negara yang punya hak veto di PBB ini menjadi seolah tak terkalahkan. Ketenara...