Skip to main content

Posts

Showing posts with the label balada nusantara

Cerita Tentang Jakarta

Bagiku, pindah dari daerah ke ibu kota itu bukan sesuatu yang sederhana. Jujur aja, pada masanya Jakarta bagiku hanyalah sebuah nama. Tempat yang tak pernah aku bayangkan akan aku injak dalam waktu lama. Gedung dimana-mana. Orang-orang tergesa. Damn plat B ( mine damn too now ) memenuhi jalanan~ . Dan ternyata, ketika alurku benar-benar menambatkan aku di Jakarta, every single things even worse . Bukan cuma kotanya yang ga aku banget; tapi juga lingkungannya. Pola pergaulannya. Orang-orangnya. Guyonannya. Semua. Semesta Jakarta seolah sengaja diciptakan bukan untuk pribadi macam aku. Sungguh sulit bagiku yang selama kuliah 4 tahun di Semarang yang sebenernya ga kampung-kampung amat tapi masuk mall bisa dihitung jari, jadi anak yang hampir setiap minggu minimal sekali masuk mall. Ya Allah berapa kali pada masanya setiap bulan aku selalu bilang, “Aku kangen ADAAAA..” (anak Semarang pasti ngerti). Sulit buat anak yang ...

Malam ini Aku Pulang Sendiri

Lama banget nggak mengunjungi tempat ini. Lamat-lamat yang kadung menghiasi sudut-sudut itu, kalau diberesi entah apa masih bisa bersih sama sekali. Momen-momen weekday -ku belakangan dipenuhi dengan mandi pagi, berangkat subuh, keburu-buru mengejar jadwal kereta atau omprengan, sampai kantor kepagian, ngautis di dalamnya seharian, pulang sore cenderung malam, ngegrab taksi, menghadapi kepadatan KRL lagi, terkantuk-kantuk di angkot, sampai rumah kemalaman, mengumpulkan sisa mood untuk mandi, berusaha mencapai target tidur jam 9 yang lebih sering enggak kesampaian, kemudian terbangun oleh alarm pukul 4 keesokan harinya untuk mandi pagi, berangkat subuh, dan seterusnya. Sementara weekend selalu aku jadwalkan untuk bangun siang, mengunjungi sudut ibu kota yang ingin dijamah, atau sekedar leyeh-leyeh seharian. Semacam momentum pelampiasan setelah diforsir seminggu penuh mikir laporan. Oh iya, aku lagi ojt, semacam magang semi klasikal kelompokan gitu. Seru. Tiap minggu ganti kantor untu...

Dari Legian van Java ke Legian Beneran ;Bermimpi Sajalah

Pagi ini gladi bersih pcs 2 OJK di LPPI Kemang. Rasanya amazing. Dulu aku tau Kemang itu cuma dari TV doang. Haha. Ga pernah kebayang bakal menginjakkan kaki, ah bukan, bahkan sejenak berdomisili di Legian van Java ini. Ngomong-ngomong soal Legian, aku belum pernah ke Bali lho. Ndeso ya? Haha. Seumur-umur Bali itu masih sekedar salah satu tempat yang namanya ada di peta dalam duniaku. Sek, apa hubungannya coba gladi bersih sama belum pernah ke Bali? Jadi gini, dari dulu aku selalu ngerasa Bali itu tempat yang enggak seru kalau dikunjungi rame-rame dengan jadwal yang ketat maca study tour. Makanya aku sama sekali enggak tertarik gabung study tour jaman SMA maupun KKL jaman kuliah ke Bali. Entah kenapa aku merasa Bali itu tempat yang seharusnya dikunjungi bersama teman-teman dekat dalam sebuah kelompok kecil yang kita bebas mau ke mana berapa lama. Aku pernah becanda bilang ntar main ke sana pas udah kerja aja. Nah hubungannya sama gladi bersih di mana? Jadi kan tadi ada pembagian k...

Jakarta, Lontong Sayur, dan Satpol PP ;Travelling Pertama

Travelling , rasanya banyak orang yang akan mengamini kalau aku bilang hobi yang satu ini menyenangkan. Hampir bisa dibilang travelling adalah hobi sejuta umat. Siapa sih yang tidak suka jalan-jalan? Pun aku. Travelling masuk dalam salah satu daftar panjang hobiku.  Hobi yang sering dianggap butuh banyak modal ini belum lama aku geluti. Travelling pertama yang membuatku kecanduan untuk melakukan travelling-travelling berikutnya terjadi pada tahun 2011 lalu. Undangan untuk menghadiri acara sebuah komunitas membuatku harus pergi ke Jakarta. Meski jarak Jakarta-Semarang memang cukup untukku disebut sebagai musafir, namun kota itu bagiku sebenarnya terbilang masih terjangkau. Aku pernah beberapa mengunjungi saudaraku yang tinggal di sana sebelumnya.   Lalu apanya yang istimewa?   Bagiku, pembeda antara travelling dengan hanya bepergian itu terletak pada prosesnya. Pergi ke rumah saudara itu hanya sebuah acara bepergian. Sampai rumah, lalu sudah. Ketika dari...

Semarang Tanpa Kalian, Apa Akan Tetap Sama?

Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, sekaligus (kata Wikipedia ) kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Meski aku enggak tahu kenapa kok masih sering enggak masuk dalam daftar "kota-kota besar di Indonesia" versi audisi-audisi pencarian bakat dan atau road show acara-acara televisi yang disiarkan live . Kalah sama Jogja dan Makassar yang enggak masuk daftar kota metropolitan versi wikipedia itu #mbuletmbulet Padahal kata KBBI, kota metropolitan adalah kota besar yang menguasai daerah sekelilingnya dengan adanya kota satelit dan kota pinggiran. Menurut logika matematika, berlaku implikasi jika metropolitan maka kota besar. Blablabla #kemudiangumoh Ah, lupakan. Dengan atau tanpa kalian, Kota Pelabuhan ini akan tetap menjadi Kota Atlas yang selalu bergerak menuju aman, tertib, lancar, asri, dan sehat. Dengan atau tanpa kalian, Semarang akan tetap punya musim hujan, musim kemarau, dan musim banjir yang kadang...

Mata Coklat dari Pulau Seberang

Langit sudah mendung saja sepagi ini. Bulan Desember akan datang sebentar lagi. Gedhe-gedhene sumber , kalau kata orang Jawa. Banyak orang bercaya bahwa di bulan kedua-belas itu air akan melimpah di mana-mana. Memang hujan sedang musim-musimnya. Aku duduk di atas motor bebek merah entah milik siapa yang diparkirkan di depan pintu masuk Bukit Tidar.  Pintu yang kumaksudkan adalah sebuah lubang hasil menjebol tembok bata pembatas. Kutopangkan daguku di kedua tangan yang kulipat di atas spidometer sambil memandangi satu persatu orang yang lewat. Jam sudah menunjukkan pukul delapan, tapi rombongan yang kutunggu belum juga datang. Hari ini Mas Harjo sakit. Jadilah aku didaulat emak untuk menggantikannya sebagai pemandu. Meski usiaku sudah menginjak sembilan belas, aku masih saja menjadi pemandu cadangan. Beberapa temanku padahal sudah mulai diberi kepercayaan untuk diperbolehkan menerima rombongan langganan. Kalau bukan karena emak, aku pasti sudah lama keluar dari dunia pemandu-...

Pemerintahan (nyaris) Tanpa Rakyat

Aku geli melihat pola kubu pascapemilu ini. Aku memang bukan orang yang suka terlalu ngurus politik, meski kadang suka nyinyir kalau nonton berita. Politik itu bikin pusing kalau dipikirin. Sejujurnya gegara politik Indonesia lagi anget nih, aku jadi lebih suka nonton Insert! atau Masha and The Bear sekalian sih dari pada berita. Isinya itu-itu aja. Masalahnya kayak dari dulu nggak rampung-rampung, nggak ganti juga. Nggak tumbuh. Bikin bosen lama-lama. Tapi keadaan ini parah banget. Parah dalam artian, nggatelin banget buat dikomentarin. Haha. Aku memang nggak begitu paham sih sama aturan main di dunia politik. Situasi ini entah karena kemarin yang bertarung adalah dua kubu yang nyaris sama kuat atau gimana, kayaknya bahkan sampai pemilu berakhir pun atmosfer pemilu kemarin belum kelar deh. Banyak pendukung yang kelihatan masih gagal move on . Bukan cuma dualisme di lembaga legislatif kita yang sumpah ya nggilani banget. Memalukan. Pemerintah yang sudah dilantik juga kayaknya mula...

Muka Jelek's on Vacation #2: Lagi-Lagi, Puncak di Perbatasan Provinsi (3 end)

Resmi berpisah arah. Personil yang tadinya ada enam menjadi tinggal empat. Berempat kami turun gunung dulu, untuk naik lagi. Kali ini kami akan menempuh "jalan normal", menembus kemacetan jalur Borobudur-Jogja khas lebaran. Entah mana yang lebih parah: jalan gunung yang kecil berkelok-kelok atau jalanan kota di tengah kemacetan. Keduanya sama-sama aksesnya susah. Di bawah sini lebih bising dan lebih sumuk tapi. Next mission: Puncak Suroloyo. Suroloyo berada di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Yogyakarta. Tempat ini merupakan puncak tertinggi dari rangkaian pegunungan menoreh. Kata Wikipedia , ketinggian Puncak Suroloyo sekitar 2000 meter di atas permukaan air laut. Ada tiga pendopo di sini, yaitu: Pendopo Suroloyo, Pendopo Sariloyo, dan Pendopo Kaendran. Suroloyo biasanya ramai banget kalau bertepatan dengan malam satu suro. Ada semacam ritual di sini yang aku sendiri belum pernah melihat secara langsung. Setahuku dari cerita-cerita yang beredar, malam satu suro me...