Skip to main content

Posts

Showing posts with the label aspirasi

Fungsi Manusia

Pernah melihat suatu hewan, lantas bertanya apa fungsinya ada? Lalat, misalnya? Atau laba-laba? Aku pernah. Sama seperti pagi ini tetiba aku bertanya, "Lantas, apa fungsi ada manusia?" Sebagai khalifah di muka bumi, menurut imanku. Aku tak mungkin lagi mempertanyakan itu. Tuhan pasti mencipta untuk sesuatu. Namun, apa sebenarnya fungsi manusia dalam ekosistem? Dalam penjabaran yang bisa dimengerti bahkan oleh akal tak seiman. Aku belum menemukan jawaban. Jakarta, 8 Februari 2017 Dien Ihsani

Pada Diskusi Kebenaran Itu, Aku

Berapa lama waktu dibutuhkan untuk seseorang bisa berpengaruh dalam hidupmu? Setahun kah? Atau lebih lama lagi? Aku mengenal seorang pria yang hanya dalam hitungan hari mampu menarik atensiku pada seluruh omongannya. Seluruh pemikirannya. Sebagai gadis keras kepala yang dibesarkan dalam keluarga penjunjung tinggi kemerdekaan berpendapat, aku jelas tak begitu saja setuju pada apa yang dia bicarakan. Tapi, bahkan ketika kami tak sepakat, aku tak bisa tak memberikan seluruh atensiku untuk mendengarnya. Karena... segala sesuatu dalam kepalanya entah kenapa selalu menarik. Dia seperti ayahku. Hampir seperti ayahku. Menghadapinya seolah kutemukan sosok ayah baru. Ketika begitu banyak orang meributkan tentang apa yang benar dan apa yang salah, dia mengajarkanku untuk tidak mendebat. Kita diberi dua telinga dan satu mulut untuk lebih banyak mendengar dari pada bicara, seperti kata pepatah. "Lebih seringlah jadi pengamat," katanya. "Lantas lakuk...

Dari Legian van Java ke Legian Beneran ;Bermimpi Sajalah

Pagi ini gladi bersih pcs 2 OJK di LPPI Kemang. Rasanya amazing. Dulu aku tau Kemang itu cuma dari TV doang. Haha. Ga pernah kebayang bakal menginjakkan kaki, ah bukan, bahkan sejenak berdomisili di Legian van Java ini. Ngomong-ngomong soal Legian, aku belum pernah ke Bali lho. Ndeso ya? Haha. Seumur-umur Bali itu masih sekedar salah satu tempat yang namanya ada di peta dalam duniaku. Sek, apa hubungannya coba gladi bersih sama belum pernah ke Bali? Jadi gini, dari dulu aku selalu ngerasa Bali itu tempat yang enggak seru kalau dikunjungi rame-rame dengan jadwal yang ketat maca study tour. Makanya aku sama sekali enggak tertarik gabung study tour jaman SMA maupun KKL jaman kuliah ke Bali. Entah kenapa aku merasa Bali itu tempat yang seharusnya dikunjungi bersama teman-teman dekat dalam sebuah kelompok kecil yang kita bebas mau ke mana berapa lama. Aku pernah becanda bilang ntar main ke sana pas udah kerja aja. Nah hubungannya sama gladi bersih di mana? Jadi kan tadi ada pembagian k...

Path Kita Masing-Masing

Setiap hal di dunia ini punya path -nya masing-masing. Kadang bersisian satu sama lain. Pun kadang saling lepas sama sekali. Seperti tak sengaja kita saling menemukan di satu waktu, lalu terpisah sekat entah di waktu-waktu lain. Seperti hari ini ketika dimana-mana bertaburan coklat dan warna merah jambu, Jakarta tak mau kalah romatis dengan melapisi jalanannya dengan "coklat cair". Atau seperti ada orang yang sedang bahagia-bahagianya, ada juga yang kehilangan di waktu yang sama. Atau seperti pemerintah yang sedang memperdebatkan kehormatan golongannya masing-masing, sementara ada sekian ratus bayi mati lantaran kurang gizi. Atau sederhananya saja, seperti berita pernikahan dan perceraian artis di satu acara infotainment yang sama. Lantas kenapa? Yaaa... enggak papa sih. Aku hanya berpikir bahwa ironi itu sesuatu yang paling alami untuk terjadi. Ya itu tadi. Bahwa setiap hal di dunia ini punya path -nya masing-masing. Bahkan hal-hal yang kelihatannya berkaitan macam sen...

Begini Kira-Kira Kami Mengartikan Perpisahan, Wahai Para Pria "Minggatan"

Aku sepertinya mulai mengerti kenapa pria suka "minggat". Iya, minggat. Pergi tanpa pamit itu, namanya minggat kan? Jadi aku kenal beberapa teman pria yang entah kenapa, lebih suka pergi diam-diam. Mereka bilang perpisahan itu rempong. Bahkan perpisahan sama orang yang paling dekat sekali pun. Pamitan itu ya cukup sama orang tua aja. Makanya enggak ada angin enggak ada hujan, tiba-tiba mereka juga udah enggak ada aja. Udah hilang entah di mana. Temanku ada yang beberapa waktu lalu menggemparkan dunia persilatan karena dia mendadak pindah, tanpa ada yang benar-benar tahu ke mana. Aku yang diketahui sebagai salah satu orang terdekatnya menjadi sasaran cecaran pertanyaan, yang hanya bisa aku jawab dengan pertanyaan juga. Aku cuma tahu dia mau pergi, tapi dia sama sekali enggak bilang kapan dan tepatnya ke mana. Aku bahkan baru tahu kalau dia sudah benar-benar pergi ketika orang-orang tanya. Lalu aku mulai menyadari kalau dia "minggat" ketika yang tanya sama aku ...

Charlie Hebdo: Ketika Kebebasan Berpendapat Disalahgunakan

Ah, menyebalkan. Biasanya aku enggak suka menuliskan tema ini. Rawan. Menurutku, agama dan idealisme itu masuk dalam ha-hal yang tidak perlu diperdebatkan. Tapi berita di kompas yang aku baca sore tadi tentang Charlie Hebdo  benar-benar menyebalkan. Masih ingat peristiwa penembakan di kantor majalah mingguan Perancis tersebut tanggal 8 Januari lalu? Seluruh dunia menangis karena itu. Kutukan terhadap teroris terjadi di mana-mana. Bahkan ada beberapa pihak yang lantas memukul rata dengan menghujat Islam. Tidak, aku bukan mau membela aksi penembakan itu meski katanya darah penghina nabi itu halal. Boleh dibunuh. Katanya. Bagaimana pun, aksi penembakan yang menewaskan 12 orang itu jelas keji. Anggaplah benar Rasulullah memperbolehkan penghina nabi untuk dihukum mati, aku enggak yakin ke-12 nyawa itu semuanya terlibat. Penembakan membabi buta seperti itu gegabah. Kata pepatah, tak ada asap jika tak ada api. Pihak Charlie Hebdo mengatakan bahwa medianya tidak berisi kekerasan, ...

Dunia Ini Keras, Nak

Hal-hal aneh yang terjadi belakangan ini membuatku ingat pada salah seorang teman yang... katakanlah dia membangun benteng pertahanan yang terlalu kokoh untuk melindungi dirinya sendiri. Dia baik, kaya, mana cantik, udah gitu otaknya encer lagi. Kalau pepatah bilang " No body is perfect ", dia pasti adalah si " No-body ". She is almost too perfect to be real . Tapi namanya manusia ya. Katanya sih makin dikasih lengkap, makin ngerasa banyak kurangnya. Mungkin lantaran saking terbiasanya menjadi miss perfect , temanku satu ini jadi luar biasa perfeksionis. Dia nyaris tidak bisa menerima kesalahan sekecil apa pun, bahkan yang dia buat sendiri. Dia lalu menghapuskan demokrasi dalam kamus hidupnya. Kritik itu enggak ada. Iya, dia akan stress berat kalau dikomentarin dikit (apalagi banyak). Dia akan mengingat komentar itu kayak wasiat. Dia akan memikirkan komentar itu dan menganggapnya genderang perang. Dia akan mati-matian mengingkari komentar itu untuk melindungi d...

Menoleransi Rokok

Sampai sekarang aku masih tidak tahu apa yang keren dari sebatang rokok sampai dia begitu populer bagi kaum adam. Bahkan beberapa pria menghabiskan waktu dengan rokok lebih banyak dari pada yang dia habiskan untuk wanitanya. Bahkan beberapa pria rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk rokok dari pada untuk wanitanya. Dan mereka masih suka seenaknya memberi cap "cewek matre" tanpa pernah peduli kalau rokok itu sebenarnya --bagi orang-orang tertentu-- jauh lebih matre. Dan mereka berdemo untuk kenaikan harga BBM tanpa pernah mempermasalahkan kenaikan harga cukai rokok. Tidak adil -_-" Gambar: dokumen istimewa Salah satu temanku yang perokok pernah bilang bahwa rokok bisa membantunya berpikir lebih jernih ketika menghadapi masalah. Bahkan temanku yang lain yang sebut saja semacam seniman pernah bilang bahwa rokok itu adalah inspirasinya. Tanpa rokok, dia akan kesulitan menelurkan sebuah karya. Seorang remaja malah dengan naifnya bilang kalau merokok itu keren seb...

Pemerintahan (nyaris) Tanpa Rakyat

Aku geli melihat pola kubu pascapemilu ini. Aku memang bukan orang yang suka terlalu ngurus politik, meski kadang suka nyinyir kalau nonton berita. Politik itu bikin pusing kalau dipikirin. Sejujurnya gegara politik Indonesia lagi anget nih, aku jadi lebih suka nonton Insert! atau Masha and The Bear sekalian sih dari pada berita. Isinya itu-itu aja. Masalahnya kayak dari dulu nggak rampung-rampung, nggak ganti juga. Nggak tumbuh. Bikin bosen lama-lama. Tapi keadaan ini parah banget. Parah dalam artian, nggatelin banget buat dikomentarin. Haha. Aku memang nggak begitu paham sih sama aturan main di dunia politik. Situasi ini entah karena kemarin yang bertarung adalah dua kubu yang nyaris sama kuat atau gimana, kayaknya bahkan sampai pemilu berakhir pun atmosfer pemilu kemarin belum kelar deh. Banyak pendukung yang kelihatan masih gagal move on . Bukan cuma dualisme di lembaga legislatif kita yang sumpah ya nggilani banget. Memalukan. Pemerintah yang sudah dilantik juga kayaknya mula...

Muka Jelek's on Vacation #2: Lagi-Lagi, Puncak di Perbatasan Provinsi (3 end)

Resmi berpisah arah. Personil yang tadinya ada enam menjadi tinggal empat. Berempat kami turun gunung dulu, untuk naik lagi. Kali ini kami akan menempuh "jalan normal", menembus kemacetan jalur Borobudur-Jogja khas lebaran. Entah mana yang lebih parah: jalan gunung yang kecil berkelok-kelok atau jalanan kota di tengah kemacetan. Keduanya sama-sama aksesnya susah. Di bawah sini lebih bising dan lebih sumuk tapi. Next mission: Puncak Suroloyo. Suroloyo berada di perbatasan antara Jawa Tengah dengan Yogyakarta. Tempat ini merupakan puncak tertinggi dari rangkaian pegunungan menoreh. Kata Wikipedia , ketinggian Puncak Suroloyo sekitar 2000 meter di atas permukaan air laut. Ada tiga pendopo di sini, yaitu: Pendopo Suroloyo, Pendopo Sariloyo, dan Pendopo Kaendran. Suroloyo biasanya ramai banget kalau bertepatan dengan malam satu suro. Ada semacam ritual di sini yang aku sendiri belum pernah melihat secara langsung. Setahuku dari cerita-cerita yang beredar, malam satu suro me...

Amerika Kece Badai Sekali

Amerika. Siapa coba yang tidak mengenal negara adi daya satu itu? Entah bagaimana sejarahnya dia bisa menjadi sebesar sekarang. FBI, Pentagon, CIA, 911, US Army, hampir semua kelompok elit Amerika menjadi artis yang tenar dan terdengar keren di telinga siapa pun. Ini mungkin memang tentang kualitas, mungkin juga hanya efek Hollywood. Who knows. Ah, Hollywood. Siapa pula yang tidak tahu industri perfilman terdahsyat seantero jagad itu? Rasanya semua artis pasti punya mimpi bisa menginjakkan kaki di sana. Bukan hanya itu saja. Di dunia pendidikan. Siapa sih yang tidak tahu Columbia University tempat Cinta Laura kuliah? Atau Universitas Harvard yang katanya perpustakaan akademisnya salah satu terbesar di dunia? Di dunia pendidikan pun Amerika lagi Amerika lagi. Bahkan Tahu Pedia dalam salah satu tulisannya melansir sepuluh universitas terbaik di dunia yang semuanya punya Amerika -_- Salah satu dari lima negara yang punya hak veto di PBB ini menjadi seolah tak terkalahkan. Ketenara...