Skip to main content

Posts

Showing posts with the label buku

Bulan Terbelah di Langit Amerika; Jika Islam Tak Pernah Ada

Penulis                      : Hanum Salsabila Rais, Rangga Almahendra Penerbit                    : Gramedia Pustaka Utama ISBN                       : 978-602-03-0545-5 Rilis                          : Mei 2014 Halaman                   : 344 halaman Bahasa                     : Indonesia Buku ini jongkrok di rak bukuku sejak beberapa bulan lalu setelah salah seorang teman, sebut saja Mbak Rini (bukan nama samaran), menghadiahkannya padaku sebagai kado wisuda. Ah, baiknya mbak cantikku satu itu. Dia tahu bena...

Perdu: Menyambut Kelahiran Anak Pertama

Tidak ada orang tua yang tidak bahagia menyambut kelahiran bayinya. Pun aku pribadi dan teman-teman di Perdu. Senang rasanya melihat binar di mata-mata mereka. Bayi ini anak pertama kami. Namanya Penumbra. Sebuah antologi 10 cerpen terbaik lomba bertajuk "Mari Berbagi, Mari Mengispirasi" yang kami adakan lebih dari setahun lalu. Sebuah buku yang belum bisa disebut master piece , tapi adalah buah dari kerja keras. Penumbra secara wujud untuk dibagi memang hanya sebuah buku hasil cetakan penerbit indie. Namun ada begitu banyak cerita di baliknya. Cerita yang mungkin lebih panjang dari pada isi buku itu sendiri. Ada suka, duka, semangat, kegelisahan, keputusasaan, perjuangan, harapan, keringat, air mata, rasa lelah, dan masih banyak lagi tersimpan di balik sampulnya. Lebih dari sebuah antologi, aku pribadi melihat Penumbra sebagai titik di mana janji akan buah suatu usaha itu memang ada. Aku melihat sendiri bagaimana di tengah kesibukan, teman-teman kala itu menyempatkan di...

Hukum Alam Pikiran

"Saya tidak tahu berbahasa Prancis, Inggris, dan Jerman, sayang! --adat sekali-kali tiada mengizinkan kami anak gadis tahu berbahasa asing banyak-banyak--kami tahu berbahasa Belanda saja, sudah melampaui garis namanya. Dengan seluruh jiwa saya, saya ingin pandai berbahasa yang lain-lain itu, bukan karena ingin akan pandai bercakap-cakap dalam bahasa itu, melainkan supaya dapat membaca buah pikiran penulis-penulis bangsa asing itu." 18 Agustus 1899 Surat R. A. Kartini kepada Nona Zeehandelaar Penggalan surat yang aku dapat dari buku Habis Gelap Terbitlah Terang karya Armijn Pane yang sedang aku baca itu membuatku kepikiran sesuatu. Seperti biasanya, alam pikiran adalah alam dimana bebas itu bukan hanya omong kosong. Tak ada yang berhak melarang kita berpikir tanpa alasan, tak peduli bersih pun kotor. Benar. Kartini menguatkan pendapatku soal alam merdeka ini. Di masa itu, 1899, sekitar 114 tahun yang lalu, dimana wanita masih menjadi kaum-nomor-dua, pasti bukan hal mu...